PROGRAM KESELAMATAN KERJA DALAM PENGUNAAN BAHAN KIMIA

19 Jan

BAB 11

PEMBAHASAN

PROGRAM KESELAMATAN  KERJA DALAM PENGUNAAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA

Tujuan utama program keselamatan kerja dalam penenganan penggunan zat kimia berbahaya adalah untuk menilai potensi bahaya zat kimia secarah sistematis.gunah memenimalkan resiko gangguan kesehatan dan keselamatan yang berhubungan dengan keterpajanan zat kimia berbahaya tersebut di tempat kerja.

Program keselamatan kerja

Program keselamatan kerja dalam penggunan bahan kimia umumnya diperlukan di tempat kerja yang mempunyai cakupan perkerjaan yang luas mulai dari bahan baku.mengola dan memproses sampai dengan mengemas bahan dalam pengelolan bahan kimia yang antara lain berupa:

a)    rician tugas peranan.tanggung jawab perusahaan atau pengusaha dan komite.

b)      panitia atausuatu daftar prosedur program kerja

c)     struktur organisasi dan deskripsi pekerjaan

d)    kebijakan keselamatan kerja dalam peneganan bahan kimia

e)    rencana keadan gawat darurat

f)      laporan audit

g)    catatan setiap kecelakaan atau kejadian yang berpotensi menimbulkan bahaya.

Untuk pelaksanaan pengendalian bahan kimia yang terdapat di tempat kerja.diperlukan adanya pemeriksaan meyeluruh secara berkalah dan berkelanjutan termasuk evaluasi pengendalian keterpajanan yang telah di lakukan.

Disamping itu.tenaga perlu mendapatkan informasi mengenai bahan kimia yang di gunakan.misalnya dalam bentuk tersedianya MSDS (lembar data bahan kimia).pelabelan.dan latihan.seluruh bahan-bahan berbahaya yang di gunakan di tempat kerja harus di lengkapi dengan MSDS (lembar data bahan kimia), demikian juga halnya penyimpananya harus sesuai dengan peraturan dan petunjuk lain yang berlaku.

Langkah Awal

Langkah awal dalam mengembangkan program keselamatan kerja dalam pennanganan bahan-bahan berbahaya adalah menunjuk pengelolah atau manajer bahan kimia untuk mengkoorginasi persiapan standar prosedur pengoperasiaan secara tertulis, megembangkan dan juga menerapkan pengenalan prosedur pengelolahan bahan kimia.

Manajer bahan kimia harus meneliti kondisi-kondisi kerja dan memperkirakan potensi masalah dan menggambarkan informasi yang didapatkannya dalam suatu cara yang sistimatis agar dapat menentukan tentang keterpajanan dan resikonya dan kemudian melaporkannya kepada semua pihak termasuk komite kesehatan dan keselamatan kerja.

Penilaian Risiko

Program penanganan bahan kimia harus menyebutkan metode dan frekuensi dari penilaian resiko di tempat kerja dan menentukan siapa yang bertanggung jawab dalam melaksanakan penilaian tempat kerja.

Hasil dari penilaian tempat kerja harus di gunakan untuk mengindetifikasi :

  • Area dimana perusahaan perlu meningkatkan pelaksanaannya
  • Tujuan dan target pelaksanaan
  • Indikator-indikator pelaksanaan terukur yang digunakan untuk menilai tujuan
  • Siapa yang bertangung jawab atas pelaksanaan aspek-aspek program tersebut
    •  Jadwal untuk mengkaji keefektifan program.

Pelporan Cederah Dan Kejadian- kejadianYang Berbahaya

Kecelakaan dan cederah seringkali menyebabkan peningkatan kebutuhan pengendalian terhadap keselamatan. Tempat kerja seharusnya mempunyai suatu sistem yang praktis untuk pelaporan, dan pencatatan kecelakaan, penyakit akibat kerja dan kejadian-kejadian seperti tumpahan bahan kimia

   Pelaporan Ke Depnaker

Menurut Undang-undang kesalamatan kerja No.1 Tahun 1970,pengurus diwajibkan untuk melaporkan tiap kecelakaan kerja yang terjadi pada depertemen tenaga kerja.

Peristiwa kecelakaan kerja adalah peristiwa seperti:

  • Semua kejadian yang menimbulkan korban jiwa,atau luka yang serius atau yang dapat menimbulkan kerusakan bangunan
  • Semua kejadian lain yang melibatkan resiko ledakan yang besar, kebakaran,kematian,cederah atau kerusakan dalam waktu singkat

Yang termasuk kejadian berbahaya:

  • bertekanan,pabrik,perlatan atau benda-benda lainnya yang membahayakan  atau dapat membahakan kesehatan dan Kerusakan boiler atau ketel uap, tangkai keselamatan setiap orang yang berbeda di tempat tersebut.
    • Kerusakan pada alat-alat penahan beban atau peralatan pengendali dari Derek,kerekan,conveyor,Lift,Skalator,Peranca,roda gigi,atau peralatan lainnya.
    • Peledakan,kebekaran,kebocoran gas, bahan kimia berbahaya atau uap yang tidak terkendali.
    • Setiap kejadian yang memiliki risiko kematian atau cederah serius pada setiap orang ( misalnya: tersengat listrik) atau kerusakan yang berarti terhadp bangunan.

Setiap kalaim yang di ajukan pada jaminan sosyal tenaga kerja harus di buat pula oleh pengurus perususahan dan selanjutnya pihak jaminan sosoyal  masyarakat adalah persyratan tambahan untuk mendapatkan kompensasi akibat kecelakaan tersebut

Tenaga  yang cederah harus mempunyai  salinan. MSDS pada waktu berkunjung  ke dokter untuk menentukan diagnosis  penyakit yang di derita berhubungan dengan keterpajanananya  dengan bahan-bahan kimia berbahaya.Hal ini akan membantu dokter untuk membuat diagnosis yang cepat dan benar.

RENCANA KEADAAN GAWAT DARURAT

1.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Bagian P3K pada MSDS memberikan informasi tentang cendera setelah terpajan pada suatu bahan kimia berbahaya tertentu.Akan sangat terlambat bila kita baru membaca  MSDS disaat keadaan gawat darurat telah terjadi.

Yakinkan bahwa seluruh tenaga kerja/staf mengerti akan:

  • Prosedur memetikan mesin pada keadaan gawat darurat.
  • Lokasi kotak P3K terdekat.
  • Sumber-sumber tenaga kerja terdekat.
  • Lokasi mana pasien dapat di pindahkan ke udara segar secara secepatnya.
  • Siapa mampu melakukan resusitasi dan bagaimana caranya menghubunggi orang tersebut.
  • Prosedur tindakan evakuasi.

2.Tanda-tanda Bahan Kimia Berbahaya

Tempat kerja yang mengunakan bahan kimia berbahaya harus mengembangkan rencana penanggulangan keadaan darurat untuk mengatasi kebocoran wadah,tumpahan atau kebocoran yang tidak terkendali dari bahan kimia berbahaya lainnya.prosedur ini harus mencakup:

  • Prosedur pengunsian atau /evakuasi
  • Prosedur pencucian
  • Identifikasi sumber-sumber perbaikan keadaan darurat dan tindak lanjutnya
  • Lokasi perlengkapan kedaan darurat seperti tempat cuci mata dan mandi darurat

Tempat kerja juga harus mengembangakan standar tambahan tentang prosedur pengoperasian standar yang mengidentifikasikan

Siapa yang bertanggung jawab pada prosedur keadaan darurat.

Rencana pengelolaan keadaan darurat juga harus memasukan

Harus memasukan rencana prosedur pengelolahan bahan kimia

3. Daftar contoh pelayanan pada keadaan gawat darurat

Daftar ini adalah daftar dari setiap kategori bahan kimia berbahaya, jumlah maksimum bahan kimia yang akna disimpan di tempat kerja, dan dimana akn disimpan. Jika ada lebih dari satu tempat penyimpan, masing-masing tempat harus mempunyai daftar ini. Setiap daftar harus di hubungkan satu sama lain dan di buat supaya tetap “up to date”

Daftar bahan kimia berbahaya yang tidak tercatat dapat menjadi dasar penyusunan daftar ini bersama-sama dengan daftar bahan-bahan berbahaya lainya. Daftar tersebut harus disimpan di tempat yang di ketahui dan dapat dijangkau oleh petugas pemadam kebakaran.

4. Pembuangan bahan-bahan kimia berbahaya

Nasihat/anjuran mengenai tumpahan atau bahan kimia yang tidak di kehendaki dapat di peroleh dari kantor Negara lingkungan hidup (Bapeda/Bapedalda). MSDS yang terdapat dalam setiap bahan kimia biasanya juga memberikan informasi tentang cara pembuagan bahan kimia tersebut.

KOMITE KESEHATAN DAN KESELAMATA KERJA

Pembentukan komite

Tempat kerja yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak

di tentukan oleh peraturan perundangan wajib memiliki komite  kesehatan dan keselamatan kerja. Departemen tenaga kerja, akan memberikan bimbingan pembentukan komite yang dikenal sebagai P2K3 ini.

Hak dan tanggung jawab komite

Salah satu dari hak komite adalah mendapatkan informasi mengenai perubahan yang terjadi di tempat kerja sebelum menerapkan program-program kerja. Komite juga berhak untuk mengadakan pemeriksaan di tempat kerjanyadan mendapatkan informasi yang berhubungan dengan tempat kerja, atau menyelidiki setiap permasalahan yang dianggap membahayakan kesehatan dan kesealmatan tenaga kerja.

Setiap anggota komite berhak untuk mendapatkan salinan MSDS. Komite dapat menggunakan informasi ini untuk memberikan masukan kepda pimpinan perusahaan mengenai kebijaksanaan yang akan di ambil dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja dan pemantauan strategi pengendalian penggunaan bahan kimia berbahaya.

Anggenda kegiatan

Komite kesehatan dan keselamatan kerja harus melakukan pendekatan kepada permasalahan keselamatan kerja dalam penanganan bahan kimia dengan cara sistimatis. Gunakan daftar berikut ini sebagai petunjuk:

  • Kaji kaji sifat dan bentuk sifat bahan kimia berbahaya.
  • Anjurrkan bentuk metode untuk mengindentifikasikanresiko berbahaya terhadap kesehatan
  • Kaji ulang informasi yang telah di sediakan untuk pekerja dengan cara label yang sesuai dan memada,MSDS dan pelatihan.
  • Pantau tingakat pemajanan
  • Kaji ulang alternatif lain untuk menghindari pemajanan
  • Kaji ulan penggunaan alat pelindung diri dan kondisi peralatan
  • Sarankan pada staff yang melakukan pelatihan untuk

meningkatkan prosedur kerja dan prakteknya

  • Beri masukan pada manajemen untuk melakukan pemantauan pamajanan dan keshatan, termaksuk pilihan melibatkan instansi yang berwenang.
  • Cek keberhasilan perangkat pengendalian dengan pengaturan administrasi yang  baik  dan tentukan waktu penilaian selanjutnya

Pemeriksaan

Anggota Komite dapat menggunakan hak mereka untuk memeriksah hal-hal berikut ini

  • Apakah bahan kimia sudah di daftar secara lengkap.
  • Apakah MSDS telah di bagi-bagikan kepada seluruh tenaga kerja.
  • Apakah pengawas Telah memeriksa setiap MSDS yang di gunakan di bagian mereka dan mereka.
  • Apakah pengawas telah mengenalkan cara pengendalian yang di sarankan dalam MSDS.
  • Apakah pengawas telah mengecek bahwa tenaga kerja telah menyadari adanya risiko.
  • Apakah semua MSDS sesuai dengan persyaratan minimum dan telah di periksa bahwa yidak ada bagian yang kosong,serta informasi keselamatan yang terpenting.
  • Apakah bahan kimia  berbahaya telah diidentifikasi disimpan menurut peraturan yang berlaku.
  • Apakah semua prosedur keadaan gawat darurat dan fasilitasnya telah terpasang sebagaimana mestinya.

 Prosedur Pelaporan Kecelakaan

Komite harus memantau sistem kecelakaan,panyakit,dan setiap kejadian yang di laporkan dan tercatat di tempat kerja.Untuk tujuan ini komite dapat melakukan pemeriksaan data statistic dan prosedur pelaporan dari suatu kecelakaan atau atau penyakit di tempat kerja.

Komite juga harus menilai apakah sistem pelaporan kecelakaan berfungsi atau tidak dan memberikan anjuran untuk perbaikan.peraturan tentang sistem pelaporan kecelakaan kerja yang di keluarkan oleh departemen tenaga kerja harus dipatuhi

BAB III

PENUTUP

  1. A.  KESIMPULAN

Dari Kesimpulan diatas merupakan salah satu kinerja yang bertujuan untuk menjaga keselamatan kerja dalam penanganan pengunaan zat kimia yang membahayakan bagi tubuh kita ,

Zat kimia yang berbahaya adalah untuk menilai potensi bahaya zat yang berwujud secara sistematis,guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan dan keselamatan yang berhubungan dengan keterpajangan zat kimia yang berbahaya terrsebut di tempat kerja.  Keselamatan kerja itu harus diutamakan agar kita terhindar dari kecelakaan  yang tidak kita iginkan bersama.Agar kita terhindar dari bahaya yang kita tidak iginkan di tuntut untuk lebih mengenal aturan-aturan dan prosedur  yang di tetapkan oleh perusahan dan prosedur program kerja.

B. SARAN

Apabila terdapat kekeliruan dalam penulisan makalah ini,maka penulis mohon maaf karena disadari masih banyak kekeliruan.untuk itu dalam menyempurnakan makalah ini,penulis mohon berikan saran atau kritikan yang membangun agar makalah ini dapat menjadi sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: